Books Review Uncategorized

Novel Review : To All The Boys I’ve Loved Before (PDF attached)

Kalau kamu lagi butuh rekomendasi untuk cari novel romance yang ceritanya sweet, nggak menye-menye, tapi real… novel ini aku rekomendasiin ke kamu.

Novel ini terbit di tahun 2014, dan aku sendiri pun udah sering lihat novel ini di toko buku sejak aku masih sekolah. Berkali-kali kepikiran ingin membeli namun selalu gagal karena alasan keterbatasan uang jajan dan bahasa, aku baru berhasil membacanya di tahun 2018 dengan versi PDF dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Inggris. Bodohnya aku, meski sudah cukup lancar membaca buku dalam bahasa Inggris sejak sekitar tahun 2016, aku baru berusaha mencari novel gratisannya pada tahun 2018, bukan dari sebelum-sebelumnya. Maksud aku dengan novel gratisan yaitu versi PDF yang memang tersebar sangat banyak di internet untuk di-download secara gratis. Alasan aku ingin membacanya pun karena novel ini sudah dibuatkan film pendeknya terlebih dahulu di Netflix. Jadi seperti kebiasaan aku selama ini, aku memutuskan untuk membaca novelnya duluan sebelum menonton filmnya, karena biasanya versi film lebih ‘biasa saja’ dari versi novelnya. Kalau bukan karena ada keahebohan di media sosial tentang betapa sweet-nya film ini, mungkin aku juga nggak akan cari novel ini lagi. Sudah basi, pikirku. Selain karena tahun terbitnya yang sudah lama, faktor lainnya juga karena saat ini aku sudah tidak terlalu tertarik dengan novel, walaupun kadang masih tetap membelinya.

Dari judulnya saja yang bertuliskan ‘To All The Boys I’ve Loved Before’, novel ini berhasil membuat aku tertarik. Pada saat pertama kali melihatnya saat masih duduk di bangku sekolah, aku sedikit tersenyum karena judulnya sama seperti situasiku saat itu. Aku pernah suka dengan beberapa cowok, dan kadang aku juga suka menuliskan hal-hal yang tidak akan mungkin aku sampaikan kepada mereka secara nyata. Bedanya, Lara Jean, tokoh utama dalam novel ini, menuliskan hal-hal itu dalam sebuah surat, sedangkan aku, dulu, menuliskannya di buku coret-coret yang tidak akan dibuka dan dibaca orang lain. Sekarang pun entah kemana buku-buku itu. Mungkin sudah ada di tukang loak.

Lara Jean sendiri menuliskan lima surat, masing-masing untuk satu orang yang pernah disukainya. Saat tiba-tiba ke lima suratnya terkirim secara misterius ke cowok-cowok yang pernah disukainya, Lara Jean kaget setengah mati karena ia yakin ia menyimpan surat-surat itu di tempat yang aman dan tersembunyi. Hm, atau mungkin tidak, mengingat bahwa surat-suratnya malah terkirim ke para penerima yang seharusnya. Di sinilah semua cerita tentang Lara Jean dan kehidupan romansanya dimulai.

Jenny Han selaku penulis dari novel berseri ini, dengan judul ‘P.S. I Still Love You’ sebagai seri ke 2 dan ‘Always and Forever’ sebagai seri ke 3 nya, berhasil menuliskan cerita romantis ini dengan sangat apik. Bahasanya yang mudah dimengerti, santai, dan diambil dari sudut pandang orang pertama, membuat aku hanyut ke dalam ceritanya. Tersenyum-senyum, merengut, dan gregetan adalah ekspresiku saat membaca novel ini. Aku yang membacanya, seolah-olah ikut memposisikan diri sebagai Lara Jean dengan membayangkan apa yang akan aku lakukan apabila surat yang aku tulis dengan niat untuk tidak akan pernah mengirimkannya malah terkirim dengan misterius.

Selain nuansa romantis, Jenny Han berhasil menggambarkan karakter Lara Jean dalam nuansa kekeluargaan dan persahabatan. Ia mengajak aku sebagai pembaca untuk bisa berpikir secara rasional, bahwa dalam hidup ini perubahan pasti terjadi, entah itu kepada keluarga atau kepada sahabat.

Aku pribadi suka banget sama karakter Lara Jean, keluarganya yang lucu dan kompak, dan tokoh-tokoh lainnya yang diceritakan dengan sangat nyata. Jika dalam hidup ini aku diperbolehkan untuk mengambil kepribadian atau keahlian dari seorang tokoh dalam novel, mungkin aku ingin mengambil kepribadian Lara Jean yang sangat baik hati dan percaya diri dengan caranya sendiri, atau keahliannya dalam memasak. Selain karena penggambaran karakter masing-masing tokoh yang sangat realistis, novel ini juga menarik karena dibahas dalam dunia sekolahan yang memang aku kangenin.

Novel ‘To All The Boys I’ve Loved Before’ masih ada di toko-toko buku sampai saat aku mengetik review ini. Kamu bisa menemukan versi Inggrisnya di Gramedia, Periplus, Aksara, Kinokuniya, atau Books & Beyond. Versi Indonesianya pun masih terjual laris di Gramedia. Jika ingin membaca novel ini dalam versi Inggris namun tidak ada budgetnya, kamu bisa download versi PDF-nya dari link yang aku sertakan di bawah. Kalau untuk versi Indonesia, mungkin kamu bisa cari di Gramedia, atau buku bekas di Tokopedia (aku tahu karena aku pernah cari itu).

Aku menyarankan kamu untuk baca novelnya dulu sebelum nonton filmnya, karena di situ kamu akan mengerti betapa complicated-nya kehidupan Lara Jean yang asli, bukan seperti yang di-filmkan. Tapi, kalaupun kamu sudah nonton filmnya dan masih memutuskan untuk membaca versi novelnya, aku akan tetap dukung. Biar bagaimanapun, kamu akan lebih bisa menikmati ceritanya jika sudah tahu versi asli dan lengkapnya. Selamat menikmati ceritanya ya!

Judul : To All The Boys I’ve Loved Before
Penulis : Jenny Han
Seri : 1 dari 3
Halaman : 388
Genre : Novel, Fiksi, Romance
Bahasa : Inggris (versi original), Indonesia (versi terjemahan)
Rating : 4 dari 5

Download PDF Version (In English)

Reviewed with honesty and love,
signature

Leave a Reply