Journal Self

MeyMey’s Journal #1

MeyMey’s Journal are writings that contain my personal experiences and I am willing to open it publicly as a witness of the journey of my life and can also be used as a lesson for people out there.

* * *

Bagi yang memperhatikan tulisan aku belakangan ini, pasti ngeh kalau aku beberapa kali memposting tentang hotel-hotel atau yang berkaitan dengan Bandung. Yes, I was in Bandung for holidays. Kerjaanku mengizinkan para pekerja untuk mendapatkan 2 minggu hari libur setelah beberapa bulan bekerja, tergantung dengan posisi masing-masing. Jadi, ketika masa cuti aku sudah tiba, aku memutuskan untuk berlibur ke Bandung.

Processed with VSCO with a6 preset

Processed with VSCO with a6 preset

Processed with VSCO with ke1 preset

Rencananya, aku ingin menghabiskan sekitar 3-4 malam di Bandung, seorang diri. Iya, sendirian. Tapi kenyataannya, ada panggilan kerja sampingan yang tidak bisa kutolak. Lagipula, dengan fee yang lumayan untuk mengisi hari libur dibanding dengan membuang-buang uang, kenapa ditolak? Hehehe. Akhirnya, aku hanya menghabiskan 2 malam di Bandung, setelah hari-hari sebelumnya kumanfaatkan untuk bertemu dengan beberapa teman dan berjalan-jalan dengan keluarga di sekitar Jakarta.

Processed with VSCO with lv03 preset

Processed with VSCO with a6 preset

Processed with VSCO with a6 preset

Setelah pulang dari Bandung, aku memiliki pekerjaan sampingan yang harus aku jalani selama kurang lebih 10 hari di Jakarta dan Semarang. Hari cuti yang kudapat di periode cuti kali ini adalah 16 hari, namun karena aku harus menggunakan 10 hari-nya untuk pekerjaan dan 6 hari bersama keluarga ataupun teman terasa kurang, maka aku meminta jatah cuti periode berikutnya sebanyak 2 hari.

Selama 10 hari bekerja, aku mengalami sakit ringan, yang ternyata berlanjut hingga saat ini. Kecapekan, sepertinya. Rasanya badan tuh kayak lemes banget, tapi aku nggak mau diam dan nggak mau juga melalaikan tanggung jawab. Sakit kepala, demam hingga 38.5 derajat celsius, flu berat, mengiringi pekerjaanku selama di Jakarta dan Bandung. Seolah sakit-sakit ringan itu belum cukup mengganggu, tanggung jawab dari pekerjaan mengharuskanku untuk pulang larut malam dan kurang tidur maupun istirahat yang cukup.

IMG-20190328-WA0000
Antibiotik pun jadi senjata ketika sakit sampai 2 minggu lebih…

Puncak dari segala kelelahan yang kurasakan adalah ketika aku harus pulang dari Semarang ke Jakarta di hari Minggu tanggal 24 Maret lalu dengan flight terakhir, kemudian dilanjutkan dengan flight lagi dari Jakarta ke Kalimantan beberapa jam setelahnya. Tidur? Jangan ditanya. Hanya 3 jam. Maka dari itu sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Balikpapan selama kurang lebih 2 jam, kemudian perjalanan dari Balikpapan ke Tarakan selama kurang lebih 1 jam, dilanjutkan dengan perjalanan laut selama kurang lebih 3-4 jam, dan terakhir perjalanan darat selama 2 jam, aku manfaatkan untuk tidur. Yah, walaupun tidak maksimal dan tidak nyaman, paling tidak seluruh waktu itu lebih baik kugunakan untuk beristirahat sebisanya, kan?

Walaupun sangat teramat capek, ditambah batuk yang belum sembuh-sembuh sejak beberapa hari terakhir bekerja sampingan, tapi aku merasa senang. Hal-hal yang kulakukan selama periode cuti kemarin, pelajaran dan pengalaman yang kudapat, fee yang didapat di waktu yang seharusnya menghabiskan uang dan bukannya mendapatkan uang, membuatku merasa sangat beruntung. Aku merasa perjuangan yang aku lakukan setimpal dengan hasil yang kudapat (di luar materi, yaaaa). Jika bukan karena side job tersebut, mana mungkin aku tahu bagaimana rasanya bekerja dengan orang Korea? Jika bukan karena side job tersebut, mungkin aku akan menghabiskan waktu cutiku kemarin dengan sia-sia dan menghabiskan banyak uang juga.

IMG-20190325-WA0003
Performers with my team!

Di tengah segala ke-hectic-an hidup, pekerjaan, dan aktivitas… Di tengah segala kesulitan atau kesengsaraan yang tengah kita rasakan saat ini, aku yakin dan percaya bahwa akan selalu ada hal yang bisa disyukuri. Tentunya, tidak selalu kita akan ada di atas atau di bawah, bukan? Tidak melulu merasa senang atau sedih, adalah seninya kehidupan. Jalani dengan penuh rasa syukur pasti akan membuat hidup terasa jauh lebih ringan dan menyenangkan meski dengan segala kerumitan di dalamnya.

Silahkan bersyukur untuk hari ini, peeps!

Written with love,
Aini

*nb : Jika menurut kamu tidak ada yang bisa disyukuri, kamu bisa bersyukur untuk …

– kesempatan hidup kamu hari ini

– nafas kamu

– tempat tinggal, makanan, semua fasilitas kehidupan yang kamu rasakan

– ponsel dan internet dan segala teknologi yang kamu gunakan

– teman dan keluarga yang ada di sekelilingmu (meski terkadang mereka menyebalkan~)

– badan yang sehat, rambut, anggota tubuh yang lengkap

– hidup orang-orang di sekelilingmu (bahkan orang asing sekalipun) karena mereka masih bisa hidup, makan, tinggal, menjalankan aktivitasnya masing-masing, dan tentunya mengingatkanmu atas kebaikan Tuhan

 

 

Leave a Reply