Self Uncategorized Wellness

MEANINGFUL AND HAPPY LIFE

Hidup itu harus ada artinya. Kalau bukan untuk diri sendiri, untuk siapa lagi? Sebelum bisa berkomentar atau berpikir bahwa hidup kalian bisa berarti untuk orang lain, kalian harus jujur sama diri kalian dulu, apakah hidup kalian sudah cukup berarti untuk diri kalian sendiri? Kalau buat aku pribadi sih, belum. Hidup aku bisa aku nyatakan sudah berarti apabila aku sudah bisa bahagia dengan diri aku sendiri, dengan hidup aku yang apa adanya, dan juga dengan lingkungan aku. Terus, gimana caranya aku bisa menghidupi hidup aku sejauh ini supaya bisa mengarah sedikit demi sedikit ke hidup yang lebih berarti dan lebih bahagia? Caranya adalah dengan mengubah ritme, kegiatan, dan pola pikir aku sehari-harinya.

Setiap pagi, aku belajar dan mengusahakan diri untuk langsung berdoa dan dilanjutkan dengan meditasi selama kurang lebih 5-15 menit (tergantung kesediaan waktu di hari itu) setelah bangun tidur. Ya, bisa lah diselipin dulu dengan sikat gigi dan cuci muka atau ke toilet sebentar. Aku percaya, berdoa mampu membuat aku lebih percaya dengan kuasa Tuhan dan tidak memaksakan segala sesuatu yang tidak membuat diri aku bahagia. Lalu, aku juga percaya kalau meditasi itu memberikan efek damai dan tenang untuk pikiran, jiwa, dan badan aku. Bukan berarti dengan berdoa dan meditasi, aku bisa seharian full berasa senang. Ya nggak gitu juga. Tapi, paling tidak aku bisa menjalani hari aku dengan tenang, nggak dihantui kecemasan dan stres kalau aku harus begini dan begitu, mengerjakan ini dan langsung mengerjakan itu sepanjang hari tanpa henti.

Ada hal-hal yang bisa diselesaikan dalam 1 hari, dan ada yang tidak. Itu kenyataannya. Dalam sehari, waktu kita hanya ada 24 jam, dan dalam hidup ini, kita hanya dikaruniai anggota tubuh yang jumlahnya seadanya, sesuai yang diberi Tuhan kepada kita. Dengan tidak terselesaikannya beberapa hal, bukan berarti aku tidak mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Melalui meditasi, aku belajar untuk mengambil sedikit waktu untuk menenangkan diri di sela-sela pekerjaan, belajar untuk tetap tenang di saat ada hal-hal yang berjalan tidak sesuai rencana, dan belajar untuk menerima di saat ada beberapa hal yang tidak bisa aku selesaikan.

Di siang hari, aku sebisa mungkin menyempatkan diri untuk tidur siang selama 15-30 menit. Tidur siang membantu meningkatkan stamina, daya pikir, dan mood seseorang untuk beberapa jam ke depan. Bahkan, sekolah-sekolah di China dan Taiwan memang sengaja memberikan waktu tidur siang bagi siswa-siswinya selama 30 menit. Itu membuktikan kalau tidur siang memang memiliki manfaat. Kalian boleh googling kalau nggak percaya. Untuk aku, tidur siang membantu aku mempertahankan mata ini tetap terbuka di sisa-sisa jam kerja yang kemungkinan sudah mulai terasa melelahkan karena semangat dan staminanya sudah terpakai duluan di pagi hari. Di saat badan aku terasa fit dan tidak kelelahan akibat ngantuk ataupun kurang tidur, aku akan lebih merasa bahagia dan lebih mudah untuk melihat berbagai hal dari sisi positif.

Sepulang kerja di sore atau malam hari, aku menyempatkan diri untuk melakukan rutinitas self-care. Bentuknya bisa bervariasi setiap harinya, tergantung ketersediaan waktu dan mood. Kalau tidak malas, aku akan berolahraga 30 menit – 1 jam, entah itu cardio atau body-weight lifting. Kalau malas, ya aku akan melakukan kegiatan self-care lainnya yang tidak perlu banyak pergerakan. Maskeran, luluran, minum teh untuk relaksasi dan santai sejenak, peregangan, dan masih banyak lagi. Intinya, self-care itu melakukan kegiatan yang memang ditujukan untuk merawat diri, dalam bentuk apapun.

Selain itu semua, aku selalu berusaha untuk mengisi waktu dengan menjadi produktif, karena aku percaya ketika aku bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk diri aku sendiri, itu artinya aku mulai melangkah perlahan menuju hidup yang lebih berarti, bukannya hidup yang hanya dihabiskan dengan sia-sia tanpa melakukan hal-hal positif apapun. Produktif dalam kamus dan hidup aku berarti melakukan hal-hal bermanfaat seperti membaca, mengasah hobi, menulis jurnal ataupun blog, juga bersosialisasi. Kenapa aku menuliskan bersosialisasi? Karena ketika kita bersosialisasi, kita juga membangun koneksi yang memungkinkan kita, aku ataupun kalian, menemukan hal-hal yang bisa kita jadikan tempat menyalurkan kebaikan, atau malah bisa menjadi hal yang bisa menambah kadar bahagia dan meningkatkan kualitas hidup kita menjadi lebih berguna lagi.

Kalau kalian termasuk orang yang merasa hidup kalian kurang produktif, kurang memiliki arti, dan seringkali merasa kosong dan tidak bahagia walaupun sudah mencoba untuk menyibukkan diri, ataupun mencari kesenangan di luar sana, mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba memberi arti lebih kepada diri kalian sendiri terlebih dahulu. Hidup kalian hanya akan lebih berarti dan bahagia apabila kalian mau mengisinya dengan hal-hal positif. Nggak perlu usaha dan uang yang besar. Cukup dengan niat dan memang diwujudkan perlahan, maka lambat laun kalian akan merasakan hidup yang lebih berarti, bahagia, dan produktif.

Selamat menjadi lebih positif!

Regards, Your Mey Mey
signature

Leave a Reply