Self Wellness

kita semua sama.

Pernah kepikir nggak kenapa hidup orang lain terlihat enak banget, sedangkan hidup kita biasa aja?

Dulu, gue sering kepikiran hal begini. Ngiri. Nggak terima. Intinya, nggak bersyukur. Sekarang, setelah ngelewatin berbagai masalah, naik turunnya roda kehidupan, gue sadar kalau gue beruntung banget. Selain beruntung, gue juga mulai bisa berpikir bahwa kita semua sama, nggak peduli seberapa berbeda kita terlihat oleh orang lain.

Dia marah-marah melulu kerjaannya.
Lo tau nggak, ayah-ibunya mau bercerai?

Bapak itu jutek banget, padahal nggak bisa nolong. Dasar males.
Lo tau nggak, anaknya bapak itu lagi sakit?

Yee, jadi orang kok cengeng banget. Digituin aja nangis.
Lo tau nggak, dia bukan anak pertama kayak lo yang dari kecil dilatih kuat supaya bisa ngelindungin adik-adik lo?

Kita emang nggak pernah tahu alasan sebenarnya seseorang melakukan sesuatu yang baik atau tidak baik, enak atau tidak enak, -didengar ataupun dilihat. Tapi, tidak perlu menghakimi. Lo bukan mereka. Mereka juga bukan lo. Apa yang mereka lalui, belum tentu lo tahu. Sekalipun lo tahu, lo tidak punya hak untuk menghakimi mereka, karena lo belum tentu tahu apa yang dipikirkan mereka atau apa yang jadi pertimbangan mereka.

Hidup lo dan mereka memang terlihat berbeda dari segala sisi. Lo kaya, dia nggak. Lo nggak kaya pun, paling nggak lo nggak sesusah dia. Lo bisa pergi ke sana-sini, dia mau pergi ke luar rumah aja nggak bisa. Lo mau makan ini-itu gampang, dia mau makan sekali sehari aja udah bagus. Tapi, sadar nggak kalau tujuan hidup sehari-hari kalian tuh sama? Lo mencoba bertahan hidup, dia juga mencoba bertahan hidup. Lo mencari pelampiasan untuk meluapkan amarah lo, dia juga mencari pelampiasan untuk meluapkan amarahnya. Lo mencoba membahagiakan diri, dia juga mencoba membahagiakan dirinya. Tujuan kalian sama, hanya saja cara kalian mungkin tidak sama.

Lo nggak bisa mengharapkan semua orang untuk bekerja dan melakukan hal-hal sama dengan cara lo bekerja dan melakukan berbagai hal. Memang kalian berbeda dalam cara bekerja, dalam berpikir, dalam berpendapat, dalam mengeluarkan emosi, dalam menyayangi orang lain, dan dalam hal-hal lain. Tapi, kalian sama dalam hal bertahan hidup, dalam mencoba untuk mengeluarkan emosi, dalam mencari pelampiasan untuk bisa mendengarkan keluh kesah atau amarah yang tidak bisa disampaikan langsung kepada penerima yang seharusnya, dalam mencoba untuk menyayangi orang lain, dalam mencoba untuk mencari nafkah.

Lo bersekolah, dia tidak, maka untuk mencari uang, lo bekerja, dan dia mencuri. Memang mencuri bukan hal yang dibenarkan, tapi kalau bisa kamu ikhlaskan, ikhlaskan lah. Tujuan kalian sama-sama mencari nafkah kok, walau caranya berbeda.

Lo tahu bagaimana mengendalikan emosi, dia tidak, maka untuk mengeluarkan kemarahannya, lo menyendiri dan menenangkan diri, dan dia malah memarahi lo. Memang memarahi orang yang tidak bersalah atau sembarangan bukan hal yang dibenarkan, tapi kalau bisa lo coba untuk mengerti orang lain tanpa peduli lo tahu atau tidak alasannya melakukan itu pada diri lo, maka coba untuk mengerti dan biarkan itu berlalu. Anggap saja lo sekedar tong sampah amarahnya yang tidak bisa ia keluarkan dengan seharusnya. Tujuan kalian sama-sama melampiaskan amarah kan, walau caranya berbeda?

Ada banyak contoh lain yang bisa gue berikan tapi intinya sama. Yang mau gue coba untuk sampaikan adalah kita semua sama dengan masing-masing perbedaan kita. Di balik segala perbedaan dari bagaimana kita berpikir, bekerja, mengapresiasi sesuatu, atau apapun itu deh, tujuan dasar kita sama, yaitu sama-sama berjuang untuk bertahan hidup dan berusaha melalui segala rintangan yang ada dalam hidup ini. Jadi, coba untuk hargai orang lain berapapun jauh perbedaan kalian. Coba untuk ikhlaskan apapun yang terjadi pada diri dan hidup lo seberapapun buruknya hal itu, terlebih jika itu dilakukan oleh orang lain. Coba untuk perlakukan orang lain sebaik mungkin, semampu yang lo bisa, karena seharusnya kejahatan tetap dibalas dengan kebaikan (walau gue tahu itu sulit banget), bukan dengan kejahatan. Semua hal ini kedengeran sulit banget, and I know they actually are though, tapi gue cuma merasa setidaknya gue harus menyuarakan hal ini. Gue merasa tergerak karena melihat ada banyak orang yang mulai kehilangan rasa harus menghargai orang lain hanya karena mereka tidak saling kenal, karena orang lain merugikan dirinya, atau karena sesimpel mereka tidak sama. I think the need to respect everyone despite whatever or however they do is a must because just as you can make mistake, so they also can do it. And just as you try to live this cruel life, so they also just try to live it their way.

Well, gue rasa itu aja. Walau gue yakin ada banyak kekurangan di sana-sini, tapi semoga tulisan kali ini bisa membantu lo yang membaca untuk bisa menjadi semakin menghargai usaha orang lain terlepas dari efeknya pada diri lo, karena gue percaya ketika kita berusaha untuk menghargai orang lain apapun yang mereka lakukan, kita juga belajar untuk semakin berbahagia dalam hidup ini.

Selamat semakin bahagia, YoungsterCPB. Have a nice day! 🙂

Leave a Reply