Self Wellness

Ini Bukan Tentang PASSION

Jadi anak muda yang baru lulus sekolah atau kuliah lalu bingung menentukan apa yang akan dilakukan setelah lulus adalah hal biasa. Kayaknya gue juga udah beberapa kali nulis tentang hal itu di blog ini. Apa lo termasuk salah satunya?

Entah kenapa, beberapa tahun terakhir kata passion jadi kata yang banyak dibicarakan oleh orang-orang. Seolah-olah passion itu suatu keharusan yang orang-orang harus punya dalam hidup. Untuk generasi milenial, kata passion ini disanjung-sanjung karena bagi mereka, orang-orang yang bisa hidup dengan passion-nya sangatlah keren dan beruntung.

Bagi gue sendiri, passion itu kata yang overrated. Terlalu disanjung. Terlalu berat. Memangnya, setiap orang harus punya passion? Bagus kalau lo bisa punya. Kalau nggak bisa, atau nggak ketemu? Apakah itu artinya lo gagal dalam hidup ini?

Buat beberapa orang, passion itu bisa dijadikan sesuatu yang ia lakukan dalam hidup. Tapi ada juga orang-orang yang memang tidak bisa hidup dengan passion-nya. Masih bagus kalau ia punya kesempatan untuk tahu apa itu passion-nya, lah kalau nggak punya kesempatan untuk tahu?

Banyak dari temen-temen gue, bahkan orang-orang yang gue nggak kenal, merasa hidupnya hampa dan boring banget karena nggak tahu passion-nya apa, atau nggak bisa hidup dengan passion-nya. Bahkan, sesimpel mau kuliah jurusan apa, atau mau kerja jurusan apa aja, mereka bingung.

Teruntuk lo yang belum tahu passion-nya apa tapi harus menentukan jurusan kuliah atau jenis pekerjaan apa yang harus diraih, kenapa harus nunggu sampai lo ketemu passion dulu, terus baru milih jurusan kuliah atau jenis pekerjaan? Hidup itu kan terus berjalan. Waktu juga terus maju, nggak bisa di-pause. Ketika temen-temen lo udah jalan setidaknya untuk menghidupi diri dulu tanpa tahu passion-nya apa, masa lo mau diem aja dengan alasan nunggu tahu dulu passion-nya apa?

Passion itu ada karena lo usaha untuk nyari. Passion itu nggak datang dengan sendirinya kayak ilham yang tiba-tiba hadir walaupun lo lagi tidur, oncang-oncang kaki, mandi, makan, atau semedi. Passion itu ada dan bisa lo ketahui ketika lo mencoba banyak hal, gagal berulang kali, kerap kali merasa bosan dan tidak cocok akan satu dan lain hal, lalu lo tiba-tiba berpapasan atau ketemu sama satu hal yang cocok di lo. Kayak PDKT aja, awalnya cuma ngerasa cocok atau click, lalu lo berusaha untuk explore lebih luas lagi, lebih sering lagi, lebih dalam lagi, baru deh lo suka. Dari rasa suka, baru deh lo bisa sebut itu cinta, sayang, atau passion.

Kalau lo ngerasa minder karena lo nggak tahu apa passion lo, lo salah besar. Apa yang salah dari nggak punya passion, atau belum tahu passion-nya apa? Some people are meant to live life just the way it is. Orang-orang terlalu berambisi untuk hidup dengan passion, atau menemukan passion-nya, sampai-sampai lupa kalau hidup itu soal merasa bahagia, soal menikmati apa yang bisa dinikmati sekarang, bukan nanti.

Dihubungkan dengan realita nih ya, emang segampang itu apa, buat nemuin passion, dan ngejadiin itu sumber utama pemasukan lo dalam hidup? Emangnya lo nggak butuh cari duit? Emangnya lo mau bergantung terus-terusan sama orang tua lo, atau temen, atau saudara? Hidup lo itu, cuma bisa ditolong dan dijalani oleh diri lo sendiri, bukan orang lain. Jadi, lo nggak bisa nunggu terus-terusan.

Untuk temen-temen yang lagi galau, STOP ngerasa kosong dan nggak berguna. STOP ngerasa gagal atau tertinggal hanya karena lo nggak tahu mau kuliah apa atau mau kerja apa.

Buat yang mau milih jurusan kuliah, pilih jurusan yang setidaknya lo suka, atau ada ketertarikan sesedikit apapun itu. Lo pasti tahu lah kurang lebih apa yang lo suka, atau bisa lo sukai dari sekian banyak pelajaran yang lo dapetin di sekolah, atau aktivitas-aktivitas apa di luar sana yang menarik perhatian lo dan pengen lo ikutin suatu hari nanti. Nggak perlu ngerasa yakin apakah itu passion lo atau bukan. Gimana lo tahu itu passion lo atau bukan? Jalan aja dulu. Ikutin kata hati lo. Lalu, sekali lo udah milih, lo harus tanggung jawab sama pilihan lo. Gue tahu, komitmen itu susah. Gue adalah orang yang takut dan setengah mati berjuang sama yang namanya komitmen. Lo mungkin juga kayak gitu, tapi kuliah itu bukan sesuatu yang segampang itu untuk lo ganti-ganti jurusan.

Kalau lo punya kesempatan untuk ganti jurusan dengan mudah tanpa harus ngeluarin uang, ataupun nggak makan banyak waktu lagi, atau lo ngerasa nggak masalah walaupun harus menghabiskan beberapa waktu ke depan ngulang dari nol, ya silahkan. Hidup lo kan lo yang ngejalanin, lakuin aja sesuai selera dan kemampuan lo, nggak perlu mikirin apa kata orang. Tapi, kalau lo harus bayar uang kuliah dengan biaya yang besar, menghabiskan waktu lebih lama dari yang lo sanggupi, atau perlu usaha-usaha lain yang menghabiskan energi lo dalam hidup ini, mending nggak usah.

Jalanin sampai habis jurusan yang udah lo pilih, sambil lo cari-cari kegiatan di luar dunia perkuliahan. Ikut beberapa workshop kalau lo punya budget, atau cukup belajar dari internet karena semua informasi yang lo butuhin ada di dunia maya. Ikut komunitas atau organisasi atau aktivitas apapun supaya lo punya pengalaman nyoba berbagai hal. Walaupun lo, pahit-pahitnya nih ya, nggak nemuin apa yang lo sukain untuk selanjutnya disebut passion, setidaknya lo punya pengalaman yang bakalan berguna banget pas lo kerja nanti.

Percaya deh sama gue. Hidup tuh nggak cuma soal pelajaran di dalam kelas aja, atau apa kata orang tua atau temen aja. Hidup itu punya banyak banget hal yang bisa ditawarin ke lo untuk dialami, dirasain, dipelajarin, supaya hidup lo penuh kenangan berbagai rasa, punya pengalaman di mana-mana.

Buat yang bingung mau kerja apa karena nggak tahu passion-nya apa, atau takut kerjaannya nggak sesuai passion, hey… Inget waktu. Mau sampai kapan lo bergantung sama orang lain? Lo kan juga butuh duit untuk memenuhi kebutuhan lo sendiri. Nggak baik untuk terus-terusan bergantung sama orang. Lakuin apa yang bisa lo lakuin sekarang. Kerjain apa aja yang ada di depan mata. Keberhasilan atau hidup nyaman itu nggak dateng begitu aja semudah itu. Lo perlu usaha. Perlu belajar, perlu ngerasain perjalanan dari nol, dari bawah, buat sampai ke puncak, biar lo tetap rendah hati, biar lo bisa menghargai orang lain.

“Kalau terus-terusan kerja tapi nggak explore diri, gimana caranya tahu apa passion gue?”

Gue nggak bilang lo harus terus-terusan kerja dalam sehari. Manusia kan punya 24 jam sehari untuk hidup. 8 jam untuk tidur/istirahat, 8 jam untuk kerja. Artinya, lo masih punya waktu 8 jam lagi untuk belajar, untuk explore passion lo, untuk berkembang. Iya sih, pasti ada waktu yang dipakai untuk commute atau berkendara, untuk makan, mandi, dan lain-lain. Di sinilah bagian slogan gue #CerdasProduktifBerkarya bekerja.

Semua orang punya jumlah waktu yang sama, dan buktinya ada orang-orang yang bisa nemuin passion-nya apa, bisa ngelakuin apa yang dia suka, walaupun harus kerja 9-to-5 juga. Kalau orang lain bisa, lo pasti bisa.

Supaya lo bisa pakai waktu sisa lo dalam sehari setelah istirahat dan bekerja dengan maksimal, lo harus jadi orang yang CERDAS. Cerdas di sini berarti pintar-pintar mengolah waktu. Mana yang harus dikerjain duluan, mana yang bisa ditunda. Mana yang urgent atau prioritas, mana yang engga. Bahkan, kalau lo mau usaha lebih, lo bisa kurangin jam tidur lo jadi 6 jam dalam sehari. Dengan begitu, waktu lo buat ngembangin diri juga bertambah jadi kurang lebih 10 jam sehari. Tapi, lo juga harus komitmen (lagi-lagi soal komitmen). Waktu 2 jam itu jangan lo pakai buat scroll Instagram atau Twitter atau Facebook yang nggak berguna. Inget, pakai waktu itu untuk ngembangin diri sendiri. Kalaupun mau dipakai untuk scroll IG, YT, FB, atau Twitter, buka hal-hal yang berguna. Ada banyak jalan menuju Roma, jadi bukan masalah caranya, tapi ini masalah lo mau atau nggak.

Dari lo yang Cerdas dalam mengatur waktu, lo pasti bakalan bisa lebih PRODUKTIF. Produktif di sini artinya bener-bener lo pakai untuk ngerjain banyak hal dengan efisien dan efektif. Barulah setelah lo Produktif, lo bisa BERKARYA. Berkarya bisa jadi dari apa yang lo sukain, lo passion-kan, atau bahkan bisa dari sekedar coba-coba/explore hal baru. Siapa yang tahu kalau mungkin aja karya lo bisa membawa lo semakin dekat dengan hal-hal baik yang nggak pernah lo bayangkan sebelumnya?

Intinya, hidup ini tuh nggak melulu soal PASSION. Lo kuliah atau kerja, nggak harus punya PASSION. Orang terlalu banyak mikirin tentang passion sampai-sampai mereka lupa kalau yang harus dihidupi dengan baik tuh masa kini, masa sekarang, waktu di mana lo sadar lo lagi hidup dan bernafas, bukan nanti saat lo tahu apa passion lo.

Jangan pelit soal materi. Pakai uang atau budget lo untuk hal-hal yang berguna, untuk investasi ke diri sendiri, untuk coba banyak hal, untuk gagal berulang kali. Nggak usah takut nggak punya uang. Selama lo terus berusaha dengan CERDAS, lo pinter-pinter ngeliat peluang, dan selama lo mau terus PRODUKTIF untuk berkembang, lo pasti setidaknya punya uang untuk hidup. Biaya hidup tuh nggak mahal, yang mahal itu biaya buat gaya dan pamer. Jadi, hiduplah dengan hemat, pakai uangnya buat yang berguna, buat bantu orang lain, buat investasi ke diri sendiri, supaya lo bisa hidup dengan baik.

Pelitlah soal waktu, karena waktu adalah satu-satunya hal yang nggak bisa lo dapetin lebih banyak, atau lo ulang lagi. Nggak ada satu orang pun yang tahu kapan dia akan meninggal. Jadi, pelitlah sama waktu. Pakai waktu lo untuk hal-hal berguna. Buat ngembangin diri sendiri, buat explore, buat menikmati hidup, buat ngumpul sama temen-temen dan keluarga yang mau stay di sisi lo & support lo terus-menerus.

Pesan terakhir gue di tulisan yang udah panjang ini, hidup lo bukan soal PASSION. Hidup lo itu tentang diri lo sendiri, apa adanya, dengan segala kekurangan dan cacatnya lo, dengan segala keringat dan air mata yang lo tumpahin untuk berjuang supaya bisa hidup, dengan semua senyum dan tawa yang lo keluarkan untuk menikmati hidup. Nggak perlu minder atau sedih karena lo nggak tahu passion lo apa. Hidup aja, untuk saat ini, untuk hari ini. Besok ya masalah besok. Fokus sama hidup lo sendiri. Lo yang tahu pasti gimana kondisi kehidupan lo. STOP banding-bandingin diri dan hidup lo sama kondisi hidup orang lain. Hidup itu emang nggak adil kok, makanya lo nggak bisa bandingin apa yang lo punya dan apa yang mereka punya, tapi yang harus lo lakukan adalah berjuang. Berjuang untuk makan, minum, hidup, bersyukur, dan bahagia.

Love,

Photo by Anubhav Saxena on Unsplash

Leave a Reply