Uncategorized

Hal yang harus diperhatikan oleh para fresh-graduater

Setelah lulus, lo mau ngapain? Buat yang lulus SMA/K, lo mau kuliah? Atau langsung kerja? Kalau lo mau kuliah, udah tau mau ambil jurusan apa supaya bisa jadi seperti apa yang lo mau? Atau masih bingung nentuin pada akhirnya mau ngapain atau mau kerja apa? Sama juga buat yang lulus kuliah. Lo mau ngapain? Kerja? Bisnis? Atau… ngapain?

Di antara jutaan jenis pekerjaan di dunia ini, bahkan jenis-jenis pekerjaan yang nggak pernah gue pikir ada sebelumnya, gue mulai terusik dengan berbagai pertanyaan yang sebenarnya mempertanyakan diri gue sendiri, tapi ternyata juga bisa gue tanyakan ke orang-orang, terutama para fresh-graduater dari tingkat SMA sederajat, ataupun tingkat akhir kuliahnya.

Sebagai seorang anak muda yang memutuskan untuk bekerja lebih dulu setelah lulus SMK walaupun tetap ingin melanjutkan untuk kuliah suatu hari nanti, gue sudah merasakan suka-dukanya dunia kerja, yang orang seringkali sebut sebagai ‘dunia yang sebenarnya’. Selama masa kerja, gue seringkali mempertanyakan diri gue sendiri. Sebenarnya, apa sih yang gue mau lakukan? Apa bener gue mau kuliah? Atau, gue emang mau kerja?

Kalau gue bilang gue mau kuliah, lantas setelah kuliah, gue mau ngapain? Jawaban paling masuk akal sekarang ini yaitu kerja. Trus, apa bedanya dengan gue yang sekarang? Yang sama-sama bekerja walaupun belum kuliah dan tidak punya gelar apapun. Pertanyaan itu kerap mengusik gue untuk mencari tahu apa alasan sebenarnya gue ingin kuliah.

Kalau gue bilang gue mau kerja, lantas kenapa gue masih seringkali merasa tidak puas, merasa kosong, merasa bosan, merasa kurang, padahal gue sudah bekerja dengan posisi dan gaji yang ‘lumayan’ untuk seseorang di usia gue walau tanpa ijazah ataupun gelar? Apa karena pekerjaannya bukan sesuatu yang gue sukai? Pertanyaan ini hampir setiap saat mengusik gue untuk mencari tahu apakah gue bekerja hanya karena uang atau memang karena gue menyukai pekerjaannya.

Dalam hidup ini, kita seringkali dihadapkan dengan berbagai pilihan beserta konsekuensi yang mengikuti pilihan tersebut. Dalam hidup ini, lo bebas memilih. Pertanyaannya, pilihan mana yang akan kita pilih? Toh pada akhirnya, semua pilihan punya resikonya masing-masing yang memang tidak bisa ditolak atau dihindari, dan dimana-mana yang namanya resiko memang tidak ada yang enak. Jadi mau tidak mau, lo memang harus memilih.

Sebagai fresh-graduater, gue paham kegalauan atau kebingungan lo untuk menentukan jurusan mana yang mau dipilih ketika lo belum tahu sama sekali apa yang lo suka atau apa yang mau lo lakukan di sepanjang hidup. Kenyataannya, lo nggak perlu tahu apa yang lo sukai saat ini juga. You have a very long time to live regardless of His time on us. You can always figure it later, in the middle of your journey.

Kalau memang memungkinkan buat lo untuk explore diri lebih jauh, then gue sarankan untuk tunda waktu lo buat kuliah selama 1-2 tahun. Gunakan waktu itu untuk coba hal-hal yang nggak pernah lo coba sebelumnya. Kalau bisa cari internship atau part time, lebih bagus lagi. Kesempatan itu selalu ada, asal lo mau mencarinya. But then after that, if you really wanna do it please enter university. Yes, emang ada banyak banget perusahaan di Indonesia yang masih berpatokan sama gelar, dan satu-satunya cara untuk mendapatkan gelar adalah dengan kuliah, kan (please mikir benefit dan value yang lo bisa dapat dengan kuliah yang ‘bener-bener kuliah’, bukannya main-main apalagi cari jalan pintas)? Tapi lebih baik melakukan sesuatu yang betul-betul kita sukai atau sesuatu yang kita yakin bahwa kita mampu daripada melakukan sesuatu dengan terpaksa dan berakhir setengah-setengah.

Kalau tidak memungkinkan untuk lo menunda waktu kuliah, then go and choose a major that close enough to your likeness. Walaupun lo nggak tahu apa yang lo sukain, setidaknya jurusan yang lo ambil nggak jauh-jauh dari apa yang lo bisa lakuin, biasa lakuin, atau memang ada ketertarikan ke sana walau hanya sedikit. Lo bisa aja pilih major yang brand new, nggak pernah lo denger sebelumnya, nggak pernah lo tau kayak apa, tapi resikonya terlalu besar. Inget, kuliah itu juga termasuk dalam salah satu hal yang butuh komitmen. Again, pilih sesuatu yang lo yakin lo mampu, atau lo bisa komit dengan hal itu. Save your time and your parents’ money.

Sebagai fresh-graduater, gue paham kalau keinginan lo mau cepat-cepat mencari uang sendiri tanpa mempedulikan kuliah atau pendidikan lebih tinggi, secara punya uang sendiri itu emang enak banget sih… Bisa beli barang apapun yang lo mau tanpa harus minta izin ke orang tua lagi. Kenyataannya, hidup memang selucu itu. Kalau tujuan lo cuma uang, ada banyak banget pekerjaan yang bisa mempekerjakan orang lulusan SMA atau sederajat dengan gaji lumayan atau bahkan guede banget, contohnya operator alat berat, driver truck besar, insurance agent, dll. Don’t forget those companies who do not matter your degree as long as you have value within. Masalahnya, nggak semua orang mikir cuma tentang uangnya. Pasti ada aja orang yang mikir gengsi. Malu lah kalau jadi operator padahal udah sekolah tinggi-tinggi, malu lah kalau jadi driver padahal udah sekolah pinter-pinter, ada juga yang punya pandangan buruk tentang insurance agent, padahal udah sekolah susah-susah dan di tempat bagus. Di sini gue berusaha bersikap netral dan mengarahkan lo sesuai apa yang lo mau. Kalau cuma uang, ada banyak solusi yang lo nggak pernah pikirin sebelumnya, as long as you have skill of course, namun seringkali diiringi dengan gengsi yang harus dikorbankan atau telinga yang siap-siap panas karena harus denger nyinyiran orang lain.

Memang ada pekerjaan yang bisa menerima orang lulusan SMA/sederajat seperti yang gue bilang di atas, namun potensi naik jabatan atau naik jenjang karirnya kecil kalau perusahaan tersebut adalah perusahaan dengan standar tinggi atau perusahaan besar. Kalau perusahaan kecil dan menengah yang nggak ada embel-embel standar tinggi ataupun sistem, plus atasan atau owner yang memilih untuk melihat value and experience over degree, nggak menutup kemungkinan lo bisa naik karirnya atau bisa naik pendapatannya kalau kinerja lo bagus. Nah, sayangnya di Indonesia banyak perusahaan yang masih mempedulikan tentang background pendidikan. Itu sebabnya gue menyarankan untuk jangan terlalu gegabah. Selama lo masih di Indonesia, gelar itu masih dianggap penting. Lo boleh aja memutuskan untuk langsung kerja setelah lulus, tapi pertimbangkan lagi untuk melanjutkan kuliah. Biar bagaimanapun, ijazah sarjana lo itu akan membantu peningkatan karir lo. Beda cerita kalau Tuhan udah ngomong. Well, secara garis besarnya sih, begitu.

Gue pernah ada di posisi itu, dan yang bisa gue katakan adalah… Tentuin prioritas lo. Setiap orang punya prioritas yang berbeda, jadi nggak perlu dengerin pendapat orang lain tentang apa yang seharusnya lo lakukan setelah lulus SMA/K, atau setelah lulus kuliah.

Kalau prioritas lo adalah kebahagiaan, maka lo pilih pilihan yang bisa memberikan kebahagiaan itu buat lo. Rupanya kebahagiaan itu kan bisa bermacam-macam, so choose it carefully. Sekarang saat lo baca ini, lo bisa mikir kalau gimana caranya bahagia kalau lo aja nggak punya uang, sedangkan untuk melakukan segala sesuatunya butuh uang… Well, yang bisa gue katakan adalah uang itu bukan masalah utama. Everything will falls in front of you, as long as you know where to go and what to do. Itu dulu yang pertama. Bahagia itu simple banget kok sebenernya, nggak muluk-muluk harus jalan-jalan ke luar negeri atau hidup mewah. So, pikirin dulu baik-baik bentuk kebahagiaan kayak apa yang mau lo rasain. Kebahagiaan sementara yang bisa diraih dengan melakukan hal-hal yang enak, menyenangkan, dan memang lo sukai, atau kebahagiaan yang bisa lo rasain kapan pun dan di mana pun tanpa harus peduli apa yang lo kerjakan (meskipun lo nggak suka sama pekerjaan itu).

Buat yang memutuskan untuk kuliah, lo bisa aja bahagia karena kuliah di jurusan yang sama dengan teman-teman lo ketika lo sendiri nggak tahu jurusan apa yang lo mau ambil, tapi coba pikirin dulu… Apa materinya atau pelajarannya nggak bikin lo stress dan eneg? Kalau belajar bersusah payah bukan masalah buat lo asalkan lo sama teman-teman dekat lo terus, then it is okay. Lo bisa aja bahagia karena memilih jurusan yang lo sukai, tapi coba pikirin dulu… Apa orang tua lo mampu ngebiayain kuliah lo? Atau, apakah pekerjaan di jurusan lo itu nantinya bisa menghasilkan uang yang ‘cukup’ bagi diri lo? Everything in this world needs money, right? Meski itu bukan masalah utama, tetep aja lo hidup pasti butuh uang. Kalau buat lo uang bukan masalah, then congratulations. Lo baru aja menemukan dan berhasil menentukan hal yang lo sukai dan bisa dijalani.

Buat yang memutuskan untuk kerja, lo bisa aja bahagia karena mendapatkan gaji besar, bisa beli apa aja yang lo mau tanpa harus mikirin ini-itu, tapi coba dipikir ulang… Apa dengan uang banyak itu yang bisa lo pakai untuk apapun bisa bikin lo bahagia di hidup ini? Atau uang itu hanya membuat kebahagiaan sementara saja, yang setelah lewat beberapa waktu… lo nggak happy lagi? Umumnya sih, kalau punya uang banyak tapi tidak disertai dengan financial literacy yang cukup, yang ada bukannya happy karena uangnya cukup untuk ini-itu tapi malah pusing karena merasa uang banyak namun nggak cukup-cukup dan berakhir terlilit hutang.
Lo bisa aja bahagia karena melakukan sesuatu yang sesuai dengan ‘passion’ lo, hobby lo, kesukaan lo, apapun itu, tapi silahkan dipikir ulang-ulang. Apakah nggak masalah kalau hobby dan passion yang lo jadikan pekerjaan itu memungkinkan untuk tidak menghasilkan apapun? Apa nggak masalah kalau lo secara egois hidup sesuai keinginan lo tanpa memikirkan kebahagiaan orang lain yang mungkin saja bergantung, atau paling nggak mengekori, pada diri lo? Orang lain ini bisa jadi orang tua lo, kakak atau adik lo, atau pacar, atau suami/istri (kalau punya). Apapun yang lo sukai dan lo pilih untuk lo jalani karena bisa membuat lo bahagia akan selalu punya resikonya masing-masing. Think it carefully, choose it wisely.

Last but not least, well, peoples change, so do you. Kalau di tengah jalan nanti lo berubah pikiran, berubah pilihan, apapun perubahan itu, jangan hukum diri lo. Tetep sayangin dan utamain diri lo sendiri, karena kalau bukan diri lo sendiri yang sayangin diri lo, siapa lagi yang bisa? Orang lain baru akan bisa menyayangi lo kalau lo bisa sayangin diri lo sendiri dulu. Nggak masalah loh kalau lo ganti jalur, banting setir, apapun itu, dalam pekerjaan, jurusan kuliah, atau usaha, atau hobby, atau your so called ‘passion’. Hidup ini kan hidup lo. Lo yang jalanin, lo yang tahu alasannya, lo yang tahu resikonya. Nggak perlu peduliin apa yang orang lain omongin. Mereka bukan lo dan nggak ada di sepatu lo. Just remember, kalau lo mau milih sesuatu yang lo mau dan sayangnya nggak bisa dibantu atau di-support oleh orang lain, ya lo harus usaha sendiri. Jangan nyusahin orang lain dengan keinginan lo kalau lo nggak mau disusahin orang lain dengan keinginan mereka.

Fiuh… Selesai juga. Panjang ya ternyata. Hehehe. Apa yang gue tulis di sini bener-bener apa yang gue pengen lo tahu sebagai fresh-graduater, baik yang baru lulus SMA/K sederajat, ataupun yang udah lulus kuliah. Gue pernah ada di posisi lo, dan yang gue mau lo tahu adalah hidup ini bukan cuma tentang uang ataupun ‘passion’. Ada banyak hal lain yang mengikuti. Dunia kerja nggak seenak itu, dan nggak juga nggak seenak itu. Kalau memang lo bisa tahu dan bisa mempertimbangkan hidup lo lebih cepat, then it would be better, right? Memang pada akhirnya lo nggak seharusnya kebanyakan mikir karena yang paling penting adalah actionnya, tapi bertindak tanpa pertimbangan pun nggak bijak.

So, that’s it. I hope this can help you for your future and your dream life, especially when you are graduating soon and still don’t know what to do after it. Thank you so much for reading this long words until this exact sentence. Have a good day and a nice life!

Written with love,

Leave a Reply